Allah Swt. berfirman:
إِنَّمَا وَلِيُّكُمُ اللَّهُ وَرَسُولُهُ وَالَّذِينَ آمَنُوا الَّذِينَ يُقِيمُونَ الصَّلَاةَ وَيُؤْتُونَ الزَّكَاةَ وَهُمْ رَاكِعُونَ
"Sesungguhnya Penolong kamu hanyalah Allah, dan Rasul-Nya, serta orang-orang yang beriman, yang mendirikan sembahyang, dan menunaikan zakat, sedang mereka rukuk (tunduk menjunjung perintah Allah)."
Subhanallah pujian Allah untuk seorang
Imam Ali Karamallahuwajhah dalam Al-Quran:
“Sesungguhnya pemimpinmu hanyalah Allah, Rasul-Nya, dan orang-orang yang beriman yang mendirikan shalat dan mengeluarkan zakat, seraya tunduk kepada Allah.” (QS. Al- Mâ’idah [5]: 55)
Seorang sahabat Nabi terkemuka, Jundab ibn Junadah (dikenal dengan nama Abu Dzarr Al-Ghiffariy ra.),
berkata: “Aku mengerjakan shalat Zuhur bersama Rasulullah صلى الله عليه وسلم tiba-tiba datang seorang pengemis ke masjid, dan tak seorang pun yang memberikan sedekah kepadanya. Pengemis tersebut mengangkat kedua tangannya ke langit seraya berdoa: ‘Ya Allah, saksikanlah bahwa aku meminta di masjid Rasul صلى الله عليه وسلم , tetapi tak seorang pun yang memberikan sesuatu kepadaku.’ Pada saat itu, Imam Ali karamallahuwajhah sedang mengerjakan rukuk. Kemudian, dia memberikan isyarat kepadanya dengan kelingking kanan yang sedang memakai cincin. Pengemis itu datang menghampirinya dan segera mengambil cincin tersebut di hadapan Nabi صلى الله عليه وسلم ,
lalu Nabi صلى الله عليه وسلم berdoa: ‘Ya Allah, sesungguhnya saudaraku, Musa a.s. memohon kepadamu sembari berkata: ‘Wahai Tuhanku, lapangkanlah untukku hatiku, mudahkanlah urusanku, dan bukalah ikatan lisanku agar mereka dapat memfahami ucapanku. Dan jadikanlah untukku seorang wazîr dari keluargaku; yaitu saudaraku, Harun. Kukuhkanlah aku dengannya dan sertakanlah dia dalam urusanku.’” (QS. Thâ’ Hâ’ [20]: 25- 32)
“Ketika itu Engkau turunkan ayat: ‘Kami akan kukuhkan kekuatanmu dengan saudaramu dan Kami jadikan engkau berdua sebagai pemimpin,’ (QS. Al- Qashash [28]: 35). ‘Ya Allah, aku ini adalah Muhammad Nabi dan pilihan-Mu. Maka lapangkanlah hatiku, mudahkanlah urusanku, dan jadikanlah untukku seorang wazîr dari keluargaku, yaitu Ali. Dan kukuhkanlah punggungku dengannya.’”
Abu Dzar ra, melanjutkan: “Demi Allah, Jibril as. turun kepadanya sebelum sempat menyelesaikan doanya itu. Jibril berkata, ‘Hai Muhammad, bacalah: "Sesungguhnya walimu adalah Allah, Rasul-Nya dan ....’”
Seorang penyair tersohor, Hassân ibn Tsâbit, telah menyusun sebuah bait syair sehubungan dengan turunnya ayat tersebut. Ia berkata:
“Siapakah gerangan yang ketika rukuk menyedekahkan cincin, sementara ia merahasiakannya untuk dirinya sendiri.”

Tidak ada komentar:
Posting Komentar